Digital Date Time Clock

Minggu, 18 Desember 2011

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

1. Pengertian Perusahaan

Perusahaan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasi dan dijadikan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekoomi dengan tujuan menyediakan barang dan jasa yang bias memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
Dari definisi tersebut di atas terlihat bahwa perusahaan mempunyai lima unsure penting yaitu organisasi, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan konsumen, dan perolehan laaba/keuntungan.

2. Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan

Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan perusahaan. Berbeda dengan letak/lokasi perusahaan yang berarti suatu tempat dimana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik. Contoh bentuk letak/lokasi perusahaan adalah pabrik tempat memproduksi barang.

Jenis-jenis letak perusahaan dibedakan menjadi:

a.     Letak Perusahaan yang Terkait Pada Alam
Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh factor-faktor alam. Oleh karena itu, tidak dapat ditentukan oleh manusia. Contohnya usaha pertanian dan usaha pertambangan.

b.     Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
Letak perusahaan ini hanya dapat dijelaskan dengan adanya sejarah di lokasi itu. Misalnya kerajinan batik di daerah Yogyakarta. Itu disebabkan karena dulu seni membatik ini dimulai dari para wanita dalam Kraton di kota itu.

c.      Letak Perusahaan yang Ditetapkan oleh Pemerintah
Dalam hal ini, pemerintah yang menentukan di mana perusahaan harus menjalankan aktivitasnya. Agar masyarakat di sekitarnya tidak merasa terganggu dengan adanya perusahaan tersebut. Cotohnya pabrik senjata/amunisi, pabrik obat-obatan, dan lain sebagainya.

d.     Letak Perusahaan yang Dipengaruhi oleh Faktor Ekonomi
     Jenis perusahaan ini sifatya industri. 

Berikut ini merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan letak perusahaan:
·        Dekat dengan bahan baku
·        Dekat dengan pasar
Di sini perusahaan sedekat mungkin dengan pasar atau konsumen. Contohnya : perusahaan jasa seperti Bank/Asuransi, pabrik roti, dan lain sebagainya.

·        Dekat dengan pemasok tenaga kerja
Bagi perusahaan yang banyak membutuhkan tenaga kerja bukan ahli, cenderung memperhatikan agar dekat dengan tenaga kerja tersebut. Contohnya : pabrik rokok, pabrik kembang gula, dan lain sebagainya.

·        Dekat dengan penyedia sumber energi
Contohnya : pabrik aluminium dan baja.

·        Iklim
Sebuah perusahaan seringkali membutuhkan adanya iklim dan pengaturan suhu udara yang sesuai. Contohnya : pabrik the, pemintalan kapas, dan lain-lain.

·        Ongkos Transport
Misalnya pabrik mobil, sangat membutuhkan lancarnya transportasi. Apabila jalan-jalan yang akan dilalui produk perusahaan ke konsumen sudah baik, maka diharapkan ongkos transportya juga akan menjadi rendah.

·        Besarnya suplai modal
Perusahaan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, akan memilih tempat penanaman modal yang cukup besar disertai tingkat bunga yang cukup rendah.

3. Perusahaan dan Lembaga Sosial

a.     Tujuan dari Pendirian Perusahaan
Secara umum tujuan pendirian perusahaan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

1.     Tujuan Ekonomis : berkaitan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya, dalam hal ini perusahaan menciptaka laba, menciptaka pelanggan dan menjalankan upaya-upaya pengembangan dengan memusatkan kebutuhannya pada kebutuhan masyarakat dalam produk yang diinginkan.

2.     Tujuan Sosial : perusahaan diharapkan untuk memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu memberikan kepuasan pada keinginan konsumen atau pelanggan.

b.     Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Perusahaan merupakan suatu sistem, yang mana sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu, antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun tanggung jawab sosialnya.

c.      Fungsi-fungsi Perusahaan
Dalam mencapai tujuan dikenal 2 fungsi perusahaan yaitu fungsi operasi dan fungsi manajemen. Jika kedua fungsi ini dapat berjalan dengan baik, maka perusahaan akan dapat menjalankan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, terintegrasi dalam mencapai tujuannya.

Yang termasuk fungsi operasi adalah:
1.     Pembelian dan Produksi
2.     Pemasaran
3.     Keuangan
4.     Personalia
5.     Akuntansi
6.     Administrasi
7.     Teknologi/Komputasi
8.     Transformasi dan Komunikasi
9.     Pelayanan Umum
10. Hukum/Perundang-undangan dan Humas

Dari semua fungsi yang tersebut di atas, fungsi pembelian dan fungsi pemasaran, personalia dan keuangan merupakan fungsi operasi utama perusahaan, sedangkan fungsi-fungsi yang lainnya merupakan fungsi operasi penunjang.
            Adapun yang termasuk fungsi manajem adalah sebagai berikut:
1.     Perencanaan
2.     Pengorganisasian
3.     Pegarahan
4.     Pengendalian

d.     Ciri-ciri Perusahaan
     Ciri-ciri perusahaan mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan yang bersangkutan mudah dikenali. Pada umumnya ciri=ciri perusahaan berkenaan dengan variabel-variabel sebagai berikut:

1.  Operatif, yaitu dalam perusahaan dijumpai adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia ataupun pendistribusian barang dan jasa.
2.  Koordinatif, yaitu diperlukan koordinasi semua bagian dalam kegiatannya.
3.  Regular, yaitu upaya mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan yang dapat mendukung aktivitasnya agar dapat selalu bergerak maju.
4.   Dinamis, yaitu lingkungan yang berubah-ubah.
5. Formal, yaitu untuk memenuhi keadaan ini perusahaan harus terdaftar di lembaga pemerintah secara resmi.
6.   Lokasi, yaitu letak di mana perusahaan didirikan.
7.  Pelayanan Bersyarat, yaitu dalam menghasilkan barang dan jasa perusahaan terkait dengan tujuannya dan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan bersedia konsumen membelinya.
     

4. Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya terhadap Perusahaan

Lingkugan perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu lingkunga khusus dan lingkungan umum.
Lingkungan Khusus : Pesaing, teknologi, sosial politik, langganan, supplier.
Lingkungan Umum : Politik, hukum, perekonomian kebudayaan, penduduk, sumber daya alam, teknologi, demografi dan sebagainya.

Lingkungan khusus perusahaan sangat berhubungan erat dengan keberhasilan memproduksi atau menghasilkan barang yang akan dijual, karena lingkungan khusus tersebut mencakup bagaimana perusahaan mendpatkan bahan mentah untuk kembali mengolahnya dengan tergantung pada tingkat teknologiproduksi yang dimiliki perusahaan dan bagaimana menyesuaikannya dengan selera dan kemauan pelanggan atau konsumen sampai peraturan pemerintah yang mengatur hubungan perdagangan di duia bisnis.
Kalau perusahaan sudah bisa mengatasi masalah yang menyangkut lingkungan khusus perusahaan maka perusahaan tersebut tidak bisa langsung bebas, karena di luar itu perusahaan juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan umum yang ada di luar kontrol perusahaan, apakah politik perekonomian, kebijakan moneter, kebudayaan, penduduk pendidika, sumber daya alam yang tersedia maupun keadaan perekonomian itu sendiri.
Lingkungan umum maupun lingkungan khusus yang mempengaruhi perusahaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai kesempaatan perusahaan untuk mengembangkan perusahaan dan bisa menjadikan tantangan yang ada sebagai semangat dan motivasi untuk memajukan perusahaan.

5. Pendekatan dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan

Kesempatan bisnis atau akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antara bisnis dengan lingkugan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Kemudaian hubungan antara bisnis dengan lingkungan ditelaah oleh para usahawan. Pada awalnya telaah dilakukan secara tradisional, yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral, sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tersebut seering disebut dengan yang berorientasi produsen atau Producer Oriented Approach. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi dimaa keadaan produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah  di mana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut buyer’s market yaitu keadaan pasar pembeli, keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku ungkapan “Pembeli adalah Raja”.
Dalam hal ini, siapa yang berhasil mendeakti konsumen, dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat faktor lingkungan. Jadi hal ini yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen, sedangkan pengusaha mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut Consumer Oriented Approach atau pendekatan yang berorientasi konsumen.

Senin, 31 Oktober 2011

Ruang Lingkup Bisnis


1.      Pengertian Bisnis dan Jenisnya

Pengertian Bisnis
Menurut Mahmud Machfoedz, bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang atau mejual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa inggris “business” dari kata “busy” yang berarti sibuk.

Jenis-jenis Bisnis

Monopsoni
Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi Monopsoni sering terjadi di daerah-daerah perkebunan dan industri hewan potong (ayam, sapi), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada factor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.
Contohnya : hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI.

Monopoli
Berasal dari bahasa Yunani, monos berarti satu + polein berarti menjual. Jadi Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang  penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.
Sebagai penentu harga (price maker), seorang monopolis dapat menaikkan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi. Semakin sedikit jumlah barang yang diproduksi, maka harga barang tersebut semakin mahal. Begitu pula dengan sebaliknya.
Walaupu demikian, penjual juga memiliki suatu keterbtasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang substitusi (pengganti) produk tersebut, atau lebih buruk lagi mencarinya di pasar gelap.

Oligopoli
Adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar Oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka, sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek Oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan Oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek Oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar Oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti industri semen, industri mobil, dan industri kertas.


Oligopsoni
Adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaanpasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

2.      Tujuan Kebijakan Bisnis
Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis yang mereka lakukan, dan merupakan cerminan dari berbgai hasil yang diharapkan bias dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan.
            Berikut ini merupakan tujuan bisnis dalam ilmu ekonomi dan sosial. Tujuan bisnis dalam ilmu ekonomi yaitu untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan tujuan bisnis dalam ilmu sosial yaitu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

3.      Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem perekonomian adalah system yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya, baik kepada individu maupun organisasi-organisasi yang ada di Negara tersebut.

Jenis-jenis Sistem Perekonomian

1.      Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang menghendaki kebebasan dalam sendi ekonomi.
Ciri-ciri sistem perekonomian liberal:
a.      Setiap individu bebas memilih pekerjaan
b.      Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
c.       Setiap individu bebas mengadakan persaingan
Kelemahan sistem ekonomi liberal:
a.      Tidak ada kekuatan yang dapat melindungi hak kepemilikan
b.      Orang yang tidak mempunyai sumber daya yang dijual akan menderita dan kelaparan.

2.      Sistem Ekonomi Tradisional
Adalah sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkanalam dan tenaga kerja.
Ciri-ciri system ekonomi tradisional:
a.      Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
b.      Hanya menggunakan sedikit modal.
c.       Pertukaran dilakukan dengan sistem barter(menukar barang dengan barang).
d.      Belum mengenal pembagian kerja.
e.      Mesih terikat oleh tradisi.
Kelebihan system ekoomi tradisional:
a.      Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, dan hubungan antar individu sangat erat.
b.      Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul.
c.       Tidak individualistis.
Kelemahan sistem ekonomi tradisional:
a.      Teknologi yang digunkan masih ssangat sederhana.
b.      Mutu barang yang diproduksi masih sangat rendah.

3.      Sistem Ekonomi Sosialis
Yaitu system ekonomi yang segala bentuk kegiatan ekonomi dikuasai, dikelola, dan dikendalikan oleh pemerintah pusat.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosialis:
a.      Perekonomian diatur dan dikuasai oleh pemeritah.
b.      Produksi disesuaikan dengan dan daya beli masyarakat.
c.       Negara memiliki monopoli dalam hal yang menyangkut orang banyak.
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis:
a.      Pengelolaan perekonomian merupakansuatu hal yang rumit.
b.      Tidak ada individu yang memiliki sumber daya.
c.       Tiap-tiap individu memiliki kebebasan yang relatif terbatas dalam membuat ekonomi.

4.      Sistem Ekonomi Komando
Bisa juga disebut sebagai Sistem Ekonomi Terpusat merupakansistem ekonomi dimana peran utama dalam pengendalian ekonomi dipegang oleh pemerintah secaran dominan.
Pada sistem ini pemerintah yang menentukan jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi, menggunakan metode atau cara apa barang dan jasa tersebut akan dibuat hingga siapa yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando;
a.      Semua alat dan sumber daya dikuasai oleh pemerintah.
b.      Hak milik perorangan diakui.
c.       Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomiannya.
Kelebihan Sistem Ekonomi Komando:
a.      Pasar barang dalam negeri lancar.
b.      Pemerintah dapat ikut campur dalam hal pembentukkan harga.
c.       Jarang terjadi krisis ekonomi.
Kelemahan Sistem Ekonomi Komando:
a.      Mematikan inisiatif individu untuk maju.
b.      Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
c.       Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.

5.      Sistem Ekonomi Campuran
Merupakan gabungan dari sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi komando di mana pemerintah pusat dan swasta saling berinteraksi dalam memacahkan masalah ekonomi.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran:
a.      Pemerintah ikut aktif dlam kegiatan ekonomi.
b.      Hak milik swasta atas alat produksi diakui asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
c.       Pemerintah mengadakan pengawasan dan bimbingan, serta bantuan kepada swasta.

Sistem Pasar
Sistem pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli barang dan jasa. Penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan atau persetujuan dalam kegiatan jual beli. Syarat terjadinya transaksi adalah adanya barang yang akan diperjualbelikan, ada pedagang, ada pembeli, adanya kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Dari bentuk kegiatannya, pasar dibagi menjadi 2, yaitu:
1.      Pasar Nyata
Adalah pasar dimana barang yang akan diperjualbelikan dapat dibelioleh pembeli. Contoh: pasar tradisional dan pasar swalayan.
2.      Pasar Abstrak
Adalah pasardimana para pedagangnya tidak menawar barang-barag yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanhya ddengan menggunakan surat dagangnya. Contoh: pasar saham, pasar valuta asing, pasar online, dan pasar modal.
Dari cara transaksinya, pasar dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.      Pasar Tradisional
Pasar Tradisional adalah pasar yang sifatnya tradisional dan konvensional, di mana para penjual dan pembeli dapat melakukan tawar menawar secara langsung. Barang-barang yang akan diperualbelikan adalah barang yang berupa kebutuhan pokok/kebutuhan sehari-hari.
2.      Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang sifatnya modern di mana barang-barang yang diperjualbelikan dengan harga pas (tidak bias ditawar) dan dengan layanan sendiri. Umumnya pasar ini terdapat di mal dan tempat-tempat modern lainnya.
Dari cara barang yang dijual, pasar dibagi menjadi:
·         Pasar Hewan = pasar yang hanya menjual hewan-hewan.
·         Pasar Sayur = pasar yang hanya menjual sayur-sayuran.
·         Pasar Buah = pasar yang hanya menjual buah-buahan.
·         Pasar Ikan/daging = pasar yang hanya menjual berbagai jenis ikan dan daging.
·         Pasar Loak = pasar yang hanya menjual barang-barang bekas.
Menurut keluasan distribusi barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi:
·         Pasar Lokal
·         Pasar Daerah
·         Pasar Nasional
·         Pasar Internasional

4.      Kesempatan Bisnis/Usaha
Dalam menjalankan suatu bisnis, hendaknya memperhatikan beberpa hal yang merupakan celah bisnis, diantaranya:
a.      Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara paling umum dalam dunia bisnis. Misalnya dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, seperti di lingkungan rumah, membutuhkan jasa cuci baju (londri), usaha catering, warnet, wartel, dan lain-lain.
b.      Menjual Barang Unik
Memproduksi barang-barang unik dengan memanfaatkan bakat kreatif.
c.       Memberikan Fasilitas Tambahan
Memberikan pelayanan tambahan yang akan membuat konsumen merasa diberikan servis yang terbaik/memuaskan.
d.      Menjadi Agen
Membuka agen atau biro yang menyediakan jasa atau layanan yang spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh, pembantu rumah tangga (PRT), dan lain sebagainya.

5.      Unsur-unsur Penting Dalam Aktivitas Ekonomi
Berikut ini beberapa unsur penting di dalam aktivitas ekonomi:
a.      Manusia (Men) : sebagai pengendali aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.
b.      Modal (Money) : sebagai jalan awal untuk suatu aktivitas ekonomi.
c.       Material : sebagai bahan baku pembuatan barang yang akan diproduksi untuk membangun aktivitas ekonomi dan sebagai faktor pendukung dalam aktivitas ekonomi.
d.      Metode : sebagai langkah yag dipakai dalam suatu aktivitas ekonomi. Ide yang ditujukan untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan.
e.      Mesin (Machine) : alat untuk membantu proses produksi dalam aktivitas ekonomi.

6.      Hakikat Bisnis
Hakikat dalam sebuah bisnis adalah mementingkan orang lain. Ini bukan hanya konsep kemuliaan. Bahkan bisnis itu sendiri pada hakikatnya adalah spiritualitas. Bisnis sejati harus dilandaskan pada spiritualitas dan aka menghasilkan spiritualitas yang lebih tinggi, baik untuk pelaku bisnis maupun pelanggan. Orang yang melayani orang lain dengan keahlian yang tinggi akan menjadi orang yang penting dan bernilai.

7.      Mengapa Belajar Bisnis
Bisnis perlu dipelajari karena peranan bisnis sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan bisnis, suatu perusahaan dapat memenuhi setiap kebutuhan dari konsumen yang beraneka ragam, kemudian konsumen merasa terpuaskan.
Setiap perusahaan hendakya berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan konsumennya. Selain itu pengaruh bisnis juga bias dijadikan sebagai pekerjaan dan keinginan untuk memiliki dan untuk menjelaskan kepada konsumen tentang produk yag dihasilkan.
Berbisnis juga memerlukan keahlian, talenta, dan kebiasaan. Keahlian diperlukan karena tidak ada orang yang dapat menguasai semuanya. Contohnya memasak. Jika ingin pandai memasak, pasti belajar dari orang yang ahli memasak.
Di dalam bisnis juga demikian. Jika ingin mendalami dunia bisnis, belajarlah dari pebisnis sejati, orang-orang yang bergelut dalam dunia bisnis, dan memiliki keahlian dan sukses berbisnis di bidang tersebut.